SINERGI MEWUJUDKAN TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL

Perpustakaan ikut berperan dalam mewujudkan Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu : memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan sebagai tempat pembelajaran sepanjang hayat untuk semua kalangan yang bukan hanya sebagai pusat sumber informasi untuk baca dan tulis tetapi lebih dari itu sebagai tempat mentrasformasikan diri sebagai pusat sosial budaya. Dengan cara memberdayakankan dan mendemokratisasi masyarakat dan komunitas lokal,dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat utamanya dalam kondisi Pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan langkah nyata mendorong peran perpustakaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan, meningkatkan Penggunaan Layanan oleh Masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat, membangun Komitmen & Dukungan Stakeholder untuk Transformasi Perpustakaan yang Berkelanjutan.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali melaksanakan Rapat Sinergi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tanggal 9 Maret 2021 secara virtual yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pembinaan Pengawasan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca. Peserta yang hadir terdiri dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Bali, Dinas Pemberdayaan  Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, RS Bali Mandara, RS Mata Bali Mandara, Universitas Ganesha, Bank Indonesia Perwakilan Bali, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab/Kota se-Bali, Konsultan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Stakeholder terkait.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali melaksanakan Rapat Sinergi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tanggal 9 Maret 2021 secara virtual yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pembinaan Pengawasan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca. Peserta yang hadir terdiri dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Bali, Dinas  Pemberdayaan          Masyarakat,   Desa,   Kependudukan          dan Catatan Sipil Provinsi Bali, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, RS Bali Mandara, RS Mata Bali Mandara h.Universitas Ganesha, Bank Indonesia Perwakilan Bali, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab/Kota se-Bali, Konsultan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Stakeholder terkait.

Dalam rapat dimaksud, dipaparkan materi tentang progress pelaksanaan transformasi perpustakaan dengan berbagai impact yang telah dirasakan oleh masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Berbagai kegiatan seperti pelatihan keterampilan masyarakat dan peningkatan sarana prasarana sangat mendukung program ini.Para konsultan juga berperan menjembatani sinergi antar instansi dalam peningkatan program inklusi sosial. Hasil yang dicapai dalam pertemuan virtual dimaksud antara lain Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali berencana akan memasukkan perpustakaan desa adat yang belum mendapat akses internet gratis untuk pemasangan selanjutnya. Perpustakaan Ganesha siap untuk bersinergi dengan menempatkan mahasiswa KKN ke desa-desa untuk mendukung program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Untuk itu diharapkan adanya MoU antara perpustakaan dengan stakeholder terkait.

Share